Jumat, 15 Mei 2009

Perkembangan masyarakat pada masa Hiindu-Budha


Perkembangan Masyarakat,kebudayaan & pemerintahan Pada Masa Hindu-Budha
A. Masuk dan berkembangnya Agama Hindu-Budha di Indonesia
Sebelum pengaruh Hindu-budha masuk,di Indonesia telah berkembang kebudayaan asli yang telah berlangsung ratusan tahun lalu.Setelah pengaruh budaya Hindu-Budha masuk,budaya asli Indonesia tidak hilang begitu saja tetapi berbaur menyatu dengan budaya Hindu-Budha.Contoh dalam seni membuat Candi,penduduk mempelajari seni bangunan India dalam kitab Silpa Sastra,namun dalam pelaksanaannya mereka memaduka dengan tradisi seni bangunan masyarakat setempat.
Tidak semua budaya Hindu-Budha dari India ditiru dan di ikuti begitu saja oleh bangsa Indonesia,sebab bangsa kita sudah memiliki “local Genius”.Local genius ini adalah kemampuan daerah masyarakat untuk menyaring dan memgelola budaya asing di sesuaikan dengan kondisi daerah setempat.Local Genius ini merupakan budaya asli bangsa Indonesia yang terus di


pertahankan sampai sekarang.
Kegiatan sehari-hari rakyat Indonesia sebelum pengaruh Hindu-budha meliputi bercocok tanam,beternak dan menangkap ikan.Cara bercocok tanam yang peertama kali di lakukan yaitu dengan system lading,kemudian berubah secara tetap atau bersawah dengan irigasi sederhana.Sedangkan kegiatan peternakan berkembang bersifat sampingan dan berskala kecil,sebagai pengisi waktu setelah selesai bekerja di ladang atau sawah.Kegiatan menagkap ikan atau nelayan berlangsung dari daerah pemukiman tepi pantai dan telah berlangsung lama sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha.Menurut Hiene Gelden,nenek moyang kita berasal dari daerah Yunan di Cina Selatan yang sejak dulu telah memiliki kemampuan mengarungi lautan,maka tidak heran bahwa mata pencahariannya sebagai nelayan.Mereka datang ke Indonesia melalui laut menggunakan perahu bercadik(perahu dengan bambu melintang di kanan-kirinya untuk keseimbangan). Kemudian sebagian besar mereka menetap di sepanjang pantai dan bekerja menagkap ikan dan jerang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Selain itu dalam bidang seni budaya nenek moyang kita sebelum kedatangan pengaruh Hindu-budha ,juga sudah pandai membuat boneka untuk wayang,membuat gamelan,batik tulis,kerajinan logam dan sebagainya.
Pengaruh Hindu-Budha mulai masuk ke Indonesia kira-kira pada abad ke -2,di mulai masuknya pengaruh agama Budha pada abad ke-2 sampai dengan abad ke
-5.Kemudian di susul masuknya dan pengaruh ajaran agama Hindu setelah abad ke-5. Masuknya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia banyak di perdebatkan oleh ahli sejarah. Menurut para ahli sejarah ada tiga hipotesis danatau dugaan yang menyebabkan pengaruh Hindu-Budha di Indonesia,yaitu Hipotesis brahmana,hipotesis ksatria,dan hipotesis .Bagaimana pengertian tiga hipotesis tersebut,ikuti penjelasan berikut,:
1.Hipotesis Brahmana
Hipotesis brahmana ini berkeyakinan bahwa yang berperan dan berjasa menyebarluaskan pengaruh Hidu-Budha di Indonesia adalah kaum brahmana.Pada waktu itu,kaum Brahmana dari India di datangkan oleh para penguasa Indonesia untuk menobatkan raja,memimpin upacara keagamaan dan megajarkan ilmu pengetahuan.ahli sejarah yang mendukung brahmana ini adalah J.C.Van Leur
2.Hipotesis Ksatria
Hipotesis ksatria ini berkeyakinan bahwa yang berperan dan berjasa menyebarluaskan pengaruh hindu-budha di Indonesia adalah kaum ksatria.Saat itu di India sedang terjadi perang para ksatria merasa jenuh dan dan banyak yang melakukan migrasi atau pindah ke Negara lain,termasuk Indonesia.Pada saat di Indonesia para ksatria-ksatria tersebut membentuk kelompok-kelompok dengan cara menakhlukkan daerah-daerah yang didatangi.Lalu mereka mulai menyebarluaskan ajaran agama hindu-budha.Ahli sejarah yang mendukung adanya hipotesis ini adalah F.D.K.Bosch.
3.Hipotesis Waisya
Hipotesisi waisya ini berkeyakinan bahwa yang menyebarkan,berperan dan berjasa menyebarkanluaskan ajaran Hidu-budha di Indonesia adalah kaum pedagang (Waisya).Hipotesis ini di dukung oleh ahli sejarah yang bernama N.J.Krom.
Selain tiga hipotesis tersebut masih ada salah satu hipotesis yang di sebut “teori arus balik”.Teori aeus balik ini menyatakan bahwa yang berperan aktif dan menyebarkan dan berjasa menyebarkan agama hindu-budha adalah para pemuda Indonesia sendiri yang sengaja datang ke India untuk belajar hindu-budha.Setelah mereka menguasai ajaran hindu-budha,kembali ke Indonesia dan mengajarkan ajaran tersebut kepada saudara-saudaranya di Indonesia.Namun,dari hipotesis tersebut,yang banyak di anut orang adalah hipotesis brahmana.
Masuknya pengaruh hindu-budha di Indonesia yang di bawa oleh para pedagang dan pendeta,secara garis besar dapat di lalui melalui dua jalur,yaitu melalui jalur laut dan jalur darat.
1.melalui jalur laut
Para pedagang dan pendeta yang membawa pengaruh hindu-budha melalui jalur laut,di lakukan melalui jalur laut yang menghubungkan Asia Selatan ke Asia Timur dan sebaliknya.Jalur yang di lewati para pendeta dan padagang dalam menyebarkan agama hindu-budha,mulai dari India berlayar ke Myanmar,Thailand,Semenanjung Malaya,Indonesia,kamboja,Vietnam,cina,korea,dan jepang.Ada pula para pedagang dan pendeta yang langsung berlayar ke Indonesia tanpa mampir ke Negara-negara lain.
2.melalui jalur darat
Para pendeta dan pedagang yang menyebarkan ajaran agama hindu-budha melalui jalur darat di lalui melalui dua jalur sutra yaitu dari India ke Tibet,terus ke utara hingga ke china,korea,dan jepang.Ada juga yang melakukan perjalanan dari India ke Bangladesh ,Myanmar,Thailand,semenanjung Malaya,kemudian berlayar ke Indonesia.


Dan inilah gambar kita semua selaku kelas 7a.....

Yang pada bugil....hehe....tapi di sini aq g' ada...

Perkembangan masyarakat pada masa Hiindu-Budha

Perkembangan Masyarakat,kebudayaan & pemerintahan Pada Masa Hindu-Budha
A. Masuk dan berkembangnya Agama Hindu-Budha di Indonesia
Sebelum pengaruh Hindu-budha masuk,di Indonesia telah berkembang kebudayaan asli yang telah berlangsung ratusan tahun lalu.Setelah pengaruh budaya Hindu-Budha masuk,budaya asli Indonesia tidak hilang begitu saja tetapi berbaur menyatu dengan budaya Hindu-Budha.Contoh dalam seni membuat Candi,penduduk mempelajari seni bangunan India dalam kitab Silpa Sastra,namun dalam pelaksanaannya mereka memaduka dengan tradisi seni bangunan masyarakat setempat.
Tidak semua budaya Hindu-Budha dari India ditiru dan di ikuti begitu saja oleh bangsa Indonesia,sebab bangsa kita sudah memiliki “local Genius”.Local genius ini adalah kemampuan daerah masyarakat untuk menyaring dan memgelola budaya asing di sesuaikan dengan kondisi daerah setempat.Local Genius ini merupakan budaya asli bangsa Indonesia yang terus di pertahankan sampai sekarang.
Kegiatan sehari-hari rakyat Indonesia sebelum pengaruh Hindu-budha meliputi bercocok tanam,beternak dan menangkap ikan.Cara bercocok tanam yang peertama kali di lakukan yaitu dengan system lading,kemudian berubah secara tetap atau bersawah dengan irigasi sederhana.Sedangkan kegiatan peternakan berkembang bersifat sampingan dan berskala kecil,sebagai pengisi waktu setelah selesai bekerja di ladang atau sawah.Kegiatan menagkap ikan atau nelayan berlangsung dari daerah pemukiman tepi pantai dan telah berlangsung lama sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha.Menurut Hiene Gelden,nenek moyang kita berasal dari daerah Yunan di Cina Selatan yang sejak dulu telah memiliki kemampuan mengarungi lautan,maka tidak heran bahwa mata pencahariannya sebagai nelayan.Mereka datang ke Indonesia melalui laut menggunakan perahu bercadik(perahu dengan bambu melintang di kanan-kirinya untuk keseimbangan). Kemudian sebagian besar mereka menetap di sepanjang pantai dan bekerja menagkap ikan dan jerang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Selain itu dalam bidang seni budaya nenek moyang kita sebelum kedatangan pengaruh Hindu-budha ,juga sudah pandai membuat boneka untuk wayang,membuat gamelan,batik tulis,kerajinan logam dan sebagainya.
Pengaruh Hindu-Budha mulai masuk ke Indonesia kira-kira pada abad ke -2,di mulai masuknya pengaruh agama Budha pada abad ke-2 sampai dengan abad ke
-5.Kemudian di susul masuknya dan pengaruh ajaran agama Hindu setelah abad ke-5. Masuknya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia banyak di perdebatkan oleh ahli sejarah. Menurut para ahli sejarah ada tiga hipotesis danatau dugaan yang menyebabkan pengaruh Hindu-Budha di Indonesia,yaitu Hipotesis brahmana,hipotesis ksatria,dan hipotesis .Bagaimana pengertian tiga hipotesis tersebut,ikuti penjelasan berikut,:
1.Hipotesis Brahmana
Hipotesis brahmana ini berkeyakinan bahwa yang berperan dan berjasa menyebarluaskan pengaruh Hidu-Budha di Indonesia adalah kaum brahmana.Pada waktu itu,kaum Brahmana dari India di datangkan oleh para penguasa Indonesia untuk menobatkan raja,memimpin upacara keagamaan dan megajarkan ilmu pengetahuan.ahli sejarah yang mendukung brahmana ini adalah J.C.Van Leur
2.Hipotesis Ksatria
Hipotesis ksatria ini berkeyakinan bahwa yang berperan dan berjasa menyebarluaskan pengaruh hindu-budha di Indonesia adalah kaum ksatria.Saat itu di India sedang terjadi perang para ksatria merasa jenuh dan dan banyak yang melakukan migrasi atau pindah ke Negara lain,termasuk Indonesia.Pada saat di Indonesia para ksatria-ksatria tersebut membentuk kelompok-kelompok dengan cara menakhlukkan daerah-daerah yang didatangi.Lalu mereka mulai menyebarluaskan ajaran agama hindu-budha.Ahli sejarah yang mendukung adanya hipotesis ini adalah F.D.K.Bosch.
3.Hipotesis Waisya
Hipotesisi waisya ini berkeyakinan bahwa yang menyebarkan,berperan dan berjasa menyebarkanluaskan ajaran Hidu-budha di Indonesia adalah kaum pedagang (Waisya).Hipotesis ini di dukung oleh ahli sejarah yang bernama N.J.Krom.
Selain tiga hipotesis tersebut masih ada salah satu hipotesis yang di sebut “teori arus balik”.Teori aeus balik ini menyatakan bahwa yang berperan aktif dan menyebarkan dan berjasa menyebarkan agama hindu-budha adalah para pemuda Indonesia sendiri yang sengaja datang ke India untuk belajar hindu-budha.Setelah mereka menguasai ajaran hindu-budha,kembali ke Indonesia dan mengajarkan ajaran tersebut kepada saudara-saudaranya di Indonesia.Namun,dari hipotesis tersebut,yang banyak di anut orang adalah hipotesis brahmana.
Masuknya pengaruh hindu-budha di Indonesia yang di bawa oleh para pedagang dan pendeta,secara garis besar dapat di lalui melalui dua jalur,yaitu melalui jalur laut dan jalur darat.
1.melalui jalur laut
Para pedagang dan pendeta yang membawa pengaruh hindu-budha melalui jalur laut,di lakukan melalui jalur laut yang menghubungkan Asia Selatan ke Asia Timur dan sebaliknya.Jalur yang di lewati para pendeta dan padagang dalam menyebarkan agama hindu-budha,mulai dari India berlayar ke Myanmar,Thailand,Semenanjung Malaya,Indonesia,kamboja,Vietnam,cina,korea,dan jepang.Ada pula para pedagang dan pendeta yang langsung berlayar ke Indonesia tanpa mampir ke Negara-negara lain.
2.melalui jalur darat
Para pendeta dan pedagang yang menyebarkan ajaran agama hindu-budha melalui jalur darat di lalui melalui dua jalur sutra yaitu dari India ke Tibet,terus ke utara hingga ke china,korea,dan jepang.Ada juga yang melakukan perjalanan dari India ke Bangladesh ,Myanmar,Thailand,semenanjung Malaya,kemudian berlayar ke Indonesia.